Dirut : Rangkaian Test Covid 19 Wujud Kasih Sayang Pemerintah

Penetapan Pasar Cileungsi menjadi klaster Covid 19 menjadi perhatian banyak pihak, penyediaan fasilitas pendukung protokol kesehatan di setiap pasar rakyat dirasa belum cukup untuk menangani 32 kasus positif corona di klaster ini.
Menjadi keharusan Perusahaan Daerah Pasar Tohaga sebagai pengelola pasar rakyat di Kabupaten Bogor untuk mengambil langkah cepat dan tepat untuk menghadapi pandemi ini, bekerja sama dengan Gugus Tugas Covid Kabupaten Bogor, Pemprov Jabar, serta Muspika setempat. Terlebih adanya kasus penolakan pedagang Pasar Cileungsi 10 Juni lalu menjadi pelajaran berharga agar tak terulang kejadian serupa.
Direktur Utama PD Pasar Tohaga, Haris Setiawan mengakui bahwa kejadian penolakan rapid/swab test 10 Juni 2020 lalu dikarenakan misskomunikasi antara pedagang, pihak PD Pasar Tohaga, dan Petugas Gugus Covid. Ketakutan pedagang akan ditutupnya kembali pasar dan kecemburuan tidak diberlakukannya aturan serupa ke pedagang luar pasar menjadi dasar kejadian tersebut. Intinya kurangnya sosialisasi dan edukasi kepada pedagang. Haris menjelaskan jika rangkaian test jika dilakukan mandiri oleh masyarakat umum biaya nya mencapai Rp 450.000,- untuk Rapid Test dan mencapai Rp 2.500.000,- per orang untuk Swab Test. Dan ini digratiskan bagi pedagang. “Rapid/swab merupakan wujud kasih sayang pemerintah kepada warga pasar, gratis bagi pedagang pasar. Jadi proses rapid/swab ini akan diberlakukan juga di pasar lainnya” jelasnya.
Lebih lanjut Dirut Pasar itu menjelaskan bahwa pihaknya berkewenangan menerapkan sanksi tegas untuk pedagang yang “bandel” atau bagi siapa saja yang terbukti memprovokatori aksi penolakan test. Sebisa mungkin pihaknya menjelaskan bahwa tujuan rangkaian ikhtiar untuk memutus mata rantai virus ini agar tidak ada klaster baru Corona Virus Disease 19. Menutup tempat berdagang sementara hanyalah untuk proses sterilisasi, bukan penghakiman. “Kita pun rugi jika pasar ditutup. maksud Pemerintah melalui Gugus Tugas Covid-19 TK Kabupaten Bogor sangat baik, untuk memutus mata rantai, tidak elok rasanya jika kita tidak dukung” pungkas Haris.
Dengan ini PD Pasar Tohaga siap untuk melakukan rapid/swab di pasar pasar rakyat dibawah pengelolaannya. “Semoga ikhtiar kita bersama ini bisa membawa hasil, dan Covid segera hilang di bumi tegar beriman dan di seluruh Indonesia” pungkasnya.